Weekly Trends
Special Review: BDG RAP DOC

Special Review: BDG RAP DOC

TrendTalking.com – Bandung Rap Doc adalah salah satu acara musik yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 30 Juni 2013. Acara ini bertemakan A tribute to Golden Era yang didedikasikan untuk seniman khususnya musisi di tahun 90-an, dimana pada tahun itu merupakan akar dan budaya musik Hip Hop. Acara ini diselenggarakan sebagai acuan kilas balik karya-karya musisi Hip Hop yang menjadi bagian dari perkembangan Rap di Indonesia. Acara ini akan menghadirkan musisi-musisi dari komunitas Rap yang akan membawakan lagu-lagu tahun 90-an dan dilengkapi oleh karya-karya terbaru mereka. Selain para musisi dari komunitas Rap yang akan tampil diacara ini, para Beat Maker juga turut hadir dan menampilkan lagu-lagu tahun 90-an diiringi karya-karya terbaru mereka. Kehadiran para musisi ini membawa acara Bandung Rap Doc ini benar-benar menjadi perjalanan kilas balik ke masa keemasan Hip Hop.

Acara yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga selesai ini dibuka oleh live painting bertemakan A Tribute To Golden Era dan penampilan Ali Bomaye dengan menampilkan lagu-lagu terbaiknya selama kurang lebih 60 menit. Kemudian dilanjutkan oleh B Boys, yang mengungkapkan rasa suka citanya, “Acara ini bagus untuk nambahin silahturahmi kita semua yang membuat komunitas Hip Hop bisa ngumpul disini. Inginnya lebih sering lagi dan lebih seru lagi.”

B Boys yang terbentuk dari berbagai tim pun mengungkapkan harapan mereka terhadap acara Bandung Rap Doc ini, “Harapan kita acaranya bisa lebih eksklusif lagi agar semua elemen bisa diwadahi dengan baik dan bisa dihargai lagi, terutama Hip Hop karena Hip Hop di Bandung sudah mulai tergeser dan berkurang.”

“Semoga acara Bandung Rap Doc ini akan lebih wah lagi dan untuk komunitas kami sendiri semoga lebih berkembang lagi dan regenerasinya semakin banyak lagi. Jangan lupa support kami untuk membawa dan mengharumkan nama Bandung hingga Internasional”, ujar B Boys setelah menampilkan penampilan terbaik mereka di Bandung Rap Doc.

Bandung Rap Doc ini juga menjadi ajang reuni komunitas Hip Hop di Indonesia. Salah satu public figure yang menjadi bumbu pererat reuni mereka adalah Maliman. Dia adalah seorang seniman dan juga musisi Bandung yang tidak mengawali karirnya di bidang Rap, namun dia membuat beberapa pergerakan di Bandung dan salah satunya B Boys yang ikut meramaikan acara Bandung Rap Doc ini, “Ini adalah acara yang ditunggu-tunggu sama anak-anak di era 2000, era dimana pergerakan Hip Hop di Bandung, Hip Hop kaki lima, memegang bendera Impatrial dimana menjadi akar Hip Hop di Bandung. Menurut saya Bandung Rap Doc ini acaranya bagus, namun saya minta di kedepannya jangan hanya di Bandung saja, tapi di daerah mana pun agar bisa semua bisa berkumpul disini dan bersatu dengan satu nama, yaitu Hip Hop,” harapan Maliman.

Lagu pertama yang dibawakannya yang berjudul “Nu Aing” didedikasikan untuk Allah dengan tujuan meminta jodoh kepada Allah dimana pada saat itu ia masih terlalu sibuk dengan usahanya sendiri hingga melupakan persoalan tentang jodoh, sehingga ia tuangkan kedalam lagu. Kemudian lagu keduanya yang berjudul “Transaksi” dikatakannya mengandung pesan kepada anak-anak muda untuk menghindari hal-hal yang negatif.

Jika ditanyakan mengenai siapa yang menginspirasikannya di era 90-an maka jawabannya adalah dirinya sendiri karena dia adalah orang yang selalu mencari dan menjadi sesuatu yang tidak ada. Musisi dan seniman yang mengaku bahwa darah seni mengalir deras di dalam dirinya juga menyampaikan pesan harapan terhadap generasi-generasi berikutnya, “Bangga bawain karya sendiri meskipun karya kita jelek, yang penting percaya diri.”

Hal yang tak kalah serunya datang dari seorang musisi yang memulai awal karirnya sejak berusia 13 tahun di tahun 1992, dimana era musik Hip Hop sudah mulai masuk di radio-radio Indonesia meskipun kaset-kasetnya masih sulit untuk didapatkan. Seperti yang dikatakan Yacko, “Pada zaman itu lirik pun kalau ngga ada di kasetnya, harus dengerin di radio dan direkam pake kaset dan kasetnya diputar, diulang lagi, diputar lagi, dan didengerin entah itu Inggrisnya benar atau nggak, yaudah just do it.

Musisi yang powerfull ini juga mengungkapkan harapannya kepada Bandung Rap Doc, “Mudah-mudahan bisa terselenggara sering-sering, meskipun nggak sebulan sekali dan lebih bagus lagi.”

Kemeriahan Bandung Rap Doc juga dilengkapi oleh penampilan dari Ebith Beat A, seorang musisi yang berkarya sejak tahun 90-an. “Acara ini luar biasa karena dapat mengumpulkan rapper-rapper Bandung dan Jakarta juga,” ujar Ebith sambil menunggu di ruang pameran.

Ebith pun tidak lupa menyampaikan harapannya terhadap Bandung Rap Doc, “Musisi tahun 90-an menghasilkan musik yang longlast buat didengerin sampai kapan pun dan adanya acara seperti ini di tahun 2013 ini berkat adanya karya-karya tahun 90-an juga. Harapan buat acara ini harus lebih profesional lagi, bagaimana kolektif ini harus menghasilkan sesuatu dan pengurusnya jangan sampai merasa terbebani, karena apabila dia merasa terbebani maka nanti dia tidak mau mikirin lagi. Kedua, acara ini dibuat untuk semua komunitas dan semua orang selain komunitas kita.” Hal yang serupa diharapkan oleh Maliman.

Suka cita dan ucapan terima kasih pun berlimpah kepada Bandung Rap Doc yang telah menyatukan komunitas Hip Hop bersatu dalam satu malam dan membangkitkan semangat musisi-musisi Indonesia dalam terus berkarya. Hip Hop is always alive not only in Bandung Rap Doc, but also in our own heart.

About Putri

Putri
Author | English Literature Student at Padjadjaran University, Sharing about lifestyle and seputar mahasiswa section. Life is like a piece of peace, so figure what you want to know out.
Sharing Pendapat Yuk Disini!
Scroll To Top